Connect with us

News

Lembaga HAM Israel Tuding Negaranya Lakukan Genosida di Gaza: Dunia Harus Hentikan Kejahatan Ini!

Published

on

IMG 20250729 140612 134

ABI Sulsel— Dua organisasi hak asasi manusia (HAM) terkemuka asal Israel, B’Tselem dan Physicians for Human Rights-Israel (PHRI), secara terbuka menuduh pemerintah Israel menjalankan “rezim genosida” terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.

Kedua lembaga ini menuntut aksi segera dari masyarakat internasional untuk menghentikan kehancuran sistematis yang disebut telah melampaui batas kemanusiaan. Seruan tersebut ditegaskan dalam laporan terbaru B’Tselem yang dirilis pada Senin, 28 Juli 2025.

“Pemeriksaan terhadap kebijakan Israel di Jalur Gaza dan dampak mengerikannya, beserta pernyataan para politisi senior dan komandan militer Israel tentang tujuan serangan tersebut, membawa kita pada kesimpulan tegas bahwa Israel mengambil tindakan terkoordinasi untuk secara sengaja menghancurkan masyarakat Palestina di Jalur Gaza,” begitu bunyi laporan tersebut.

B’Tselem, yang dikenal luas sebagai pengawas hak asasi manusia di wilayah pendudukan, menyajikan data statistik, testimoni langsung dari lapangan, dan dokumentasi atas kerusakan yang ditimbulkan oleh kampanye militer Israel.

Laporan ini  tidak hanya memaparkan penghancuran fisik yang mengerikan, tapi juga iklim politik yang ditandai oleh retorika genosida dari para pemimpin Israel dan percakapan publik yang mengarah pada normalisasi kekerasan ekstrem terhadap rakyat Palestina.

Direktur Eksekutif B’Tselem, Yuli Novak, menyatakan bahwa menyadari dirinya bagian dari masyarakat yang melakukan genosida adalah momen yang sangat menyakitkan dan tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

“Namun sebagai warga Israel dan Palestina yang tinggal di sini dan menyaksikan kenyataan setiap hari, kami memiliki kewajiban untuk menyampaikan kebenaran sejelas mungkin: Israel melakukan genosida terhadap warga Palestina. Genosida yang kami lakukan memiliki konteks,” lanjut Novak.

Menurut Yuli Novak, puluhan tahun keterpisahan dan proses dehumanisasi terhadap rakyat Palestina telah menciptakan kondisi yang memungkinkan genosida berlangsung.

Ia menegaskan bahwa nyawa rakyat Palestina, dari Sungai Yordan hingga Laut Mediterania, telah diperlakukan seolah tanpa nilai. Mereka dibiarkan kelaparan, dibunuh, dan diusir, sementara situasinya terus memburuk. Ia menyerukan kepada dunia agar segera menghentikan kejahatan yang sedang berlangsung ini.

Peringatan keras juga datang dari PHRI. Dalam dokumen analisis hukum-medis terbaru, organisasi ini menyimpulkan bahwa tindakan militer Israel terhadap Gaza memenuhi definisi genosida sebagaimana tertuang dalam Konvensi Pencegahan dan Penghukuman Kejahatan Genosida, yang secara ironis ditandatangani oleh Israel sendiri.

Laporan dari PHRI mengungkap bahwa terdapat pola penghancuran yang terencana dan sistematis terhadap infrastruktur vital di Gaza, terutama sistem layanan kesehatannya, yang menjadi penopang utama kelangsungan hidup warga sipil.

Dalam temuan mereka, serangan terhadap rumah sakit dilakukan secara langsung, bantuan medis dan proses evakuasi dihalangi, bahkan tenaga medis menjadi sasaran pembunuhan dan penangkapan.

PHRI menegaskan bahwa semua ini bukan dampak sampingan dari konflik bersenjata, melainkan bagian dari kebijakan yang sengaja dirancang untuk menyakiti dan melemahkan seluruh populasi Palestina.

Dr. Guy Shalev, Direktur Eksekutif PHRI, menilai bahwa penghancuran sistem kesehatan di Gaza dilakukan secara sengaja oleh Israel. Ia menegaskan bahwa apa yang terjadi di Gaza merupakan bentuk genosida yang harus dilawan.

Selama hampir dua tahun terakhir, menurutnya, serangan terhadap rumah sakit terus terjadi, pasien tidak diberi akses ke perawatan yang bisa menyelamatkan nyawa, dan bantuan kemanusiaan secara sistematis dihalangi. Ini mencerminkan pola penghancuran yang konsisten dan tidak bisa dianggap kebetulan.

“Adalah tugas kita sebagai tenaga medis, dan juga bagi rekan-rekan kita di Gaza yang mempertaruhkan nyawa mereka untuk menyelamatkan orang lain dalam kondisi yang mustahil, untuk menghadapi kebenaran dan melakukan segala yang kita bisa untuk melindungi mereka,” tegasnya.

Baik B’Tselem maupun PHRI tak segan menuding masyarakat internasional sebagai pihak yang turut bertanggung jawab atas berlangsungnya tragedi kemanusiaan ini. Dalam pernyataan bersama yang keras, mereka menyebut dunia telah menjadi “pendukung aktif atau pasif” dari kekerasan Israel.

Mereka menyerukan intervensi global berdasarkan seluruh perangkat hukum internasional yang ada untuk menghentikan kehancuran total terhadap rakyat Palestina. Dalam sejarah panjang konflik Israel-Palestina.

Mungkin inilah salah satu momen paling mencolok. Bukan karena datang dari luar, melainkan karena suara peringatan itu kini datang dari dalam negeri Israel sendiri.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KOMUNITAS

Maulid yang Menyapa Warga Lewat Donor Darah dan Pasar Murah

Published

on

By

WhatsApp Image 2026 09 19 at 16.55.05

ABI Sulsel-— LDSI Al Muntazhar berkolaborasi dengan komunitas Ahlulbait lainnya yakni Ahlulbait Indonesia (ABI) Sulawesi Selatan, Pandu, komunitas kepemudaan Ahlulbait, serta masyarakat setempat menggelar rangkaian kegiatan dalam memperingati Maulid Rasulullah SAW dengan menggabungkan agenda keagamaan dan kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat LDSI Al Muntazhar, Jalan Batua Raya 5 Lorong 4, Kelurahan Paropo, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Sabtu (19/9/2026), berjalan dengan tiga agenda utama, yakni pasar murah, donor darah, dan Majelis Maulid Rasulullah SAW.

Ketua LDSI Al Muntazhar, Irfan, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut dirancang agar peringatan Maulid tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

WhatsApp Image 2026 09 19 at 16.55.06

Menurutnya, kegiatan sosial menjadi bagian penting dalam membangun kepedulian dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat. Karena itu, LDSI Al Muntazhar menggandeng sejumlah organisasi dan komunitas untuk memperluas manfaat kegiatan.

Pasar murah yang digelar sejak pukul 08.30 WITA mendapat antusiasme masyarakat. Sebanyak 100 paket disiapkan untuk kegiatan tersebut dengan tujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan dengan harga yang lebih terjangkau.

Selain pasar murah, kegiatan donor darah juga dilaksanakan pada waktu yang sama. Dari 35 orang yang mendaftarkan diri sebagai pendonor, sebanyak 18 orang dinyatakan memenuhi persyaratan untuk melakukan donor.

Dengan demikian, sebanyak 18 kantong darah berhasil dikumpulkan dalam kegiatan tersebut. Irfan menilai kegiatan donor darah menjadi bentuk kepedulian sosial yang konkret karena hasilnya dapat membantu masyarakat yang membutuhkan darah melalui layanan kesehatan.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak masyarakat dan komunitas. Sementara itu, Ketua DPW Ahlulbait Indonesia (ABI) Sulawesi Selatan, Dr. Imran Latief, mengapresiasi kolaborasi yang terbangun dalam rangkaian peringatan Maulid tersebut.

WhatsApp Image 2026 09 19 at 22.10.55

Menurut Imran, peringatan Maulid dapat menjadi ruang untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus menerjemahkan nilai-nilai keteladanan beliau melalui kegiatan yang memberikan manfaat bagi sesama.

Ia menyebut keterlibatan organisasi, komunitas kepemudaan, dan masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan agenda sosial kemasyarakatan.

“Semangat Maulid tidak hanya diwujudkan melalui majelis dan ceramah, tetapi juga melalui kepedulian kepada masyarakat. Pasar murah dan donor darah adalah contoh bagaimana nilai-nilai sosial itu dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Imran.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Majelis Maulid Rasulullah SAW pada malam hari, mulai pukul 19.30 WITA hingga selesai. Majelis tersebut menghadirkan Ustaz H. A. Erwin Baharuddin, LC, SH, MA sebagai penceramah.

Continue Reading

KEGIATAN ABI

ABI Sulsel Hadir untuk Masyarakat Terdampak Gempa Manggarai

Published

on

By

WhatsApp Image 2026 08 25 at 16.51.00

ABI Sulsel— Gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur, khususnya kawasan Manggarai pada 15 Agustus 2026, menyita perhatian masyarakat luas. Di tengah kondisi tersebut, kepedulian dan semangat gotong royong terus bergerak dari berbagai elemen masyarakat.

Sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan, DPW Ahlulbait Indonesia (ABI) Provinsi Sulawesi Selatan turut bergerak menyalurkan bantuan kepada masyarakat Manggarai yang terdampak gempa.

Penyaluran bantuan dilaksanakan pada 25 Agustus 2026 dengan menggandeng Tokoh Pemuda Manggarai Timur sebagai mitra dalam pendistribusian bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Bantuan yang disalurkan berupa bahan pangan, beras, mi instan, serta pakaian untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Tokoh Pemuda Manggarai Timur, Sumarlin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada DPW ABI Sulsel atas kepedulian yang telah diberikan.

“Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi DPW Ahlulbait Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan atas bantuan yang telah diberikan. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Manggarai yang terdampak,” ungkap Sumarlin.

WhatsApp Image 2026 08 25 at 16.51.01

Pada kesempatan yang sama, Ahmad Syawqi, Wakil Ketua DPW ABI Sulsel, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud nyata komitmen ABI untuk senantiasa hadir bersama masyarakat.

“Bantuan yang kami berikan mungkin tidak seberapa. Namun kami berharap kehadiran ini menjadi bukti bahwa DPW ABI Sulsel senantiasa hadir di tengah masyarakat. Kami ingin terus memberikan khidmat terbaik untuk masyarakat, terutama kepada saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah,” ujar Ahmad Syawqi.

Bagi ABI Sulsel, kepedulian kemanusiaan tidak berhenti pada kata-kata. Ia harus diwujudkan melalui kehadiran, kepedulian, dan tindakan nyata. Musibah yang menimpa masyarakat di satu daerah adalah panggilan kemanusiaan bagi masyarakat di daerah lainnya untuk saling menguatkan.

Penyaluran bantuan ke Manggarai ini menjadi bagian dari ikhtiar ABI Sulsel untuk membangun kedekatan dengan masyarakat dan menghadirkan manfaat di tengah kehidupan sosial.

ABI Sulsel hadir bukan hanya untuk berbicara tentang kemanusiaan, tetapi untuk mengambil bagian dalam kerja-kerja kemanusiaan. Bersama masyarakat, hadir untuk kemanusiaan, dan terus memberikan khidmat terbaik bagi sesama.

Continue Reading

KEGIATAN ABI

DPW ABI Sulsel Luncurkan E-Commerce Berbasis Komunitas, Perkuat Ekosistem Ekonomi Jamaah

Published

on

By

WhatsApp Image 2026 07 12 at 12.39.11

ABI Sulsel— Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ahlulbait Indonesia (ABI) Provinsi Sulawesi Selatan resmi meluncurkan aplikasi e-commerce berbasis komunitas pada Ahad (12/7/2026) di Sekretariat DPW ABI Sulsel, Jalan Batua Raya Lorong 4, Makassar.

Peluncuran ini dihadiri puluhan pelaku UMKM dan non-UMKM dari kalangan jamaah Ahlulbait sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi yang saling menguatkan di lingkungan komunitas.

Momentum peluncuran aplikasi tersebut dipilih sebagai penutup rangkaian kunjungan Departemen Pemberdayaan Ekonomi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ahlulbait Indonesia di Sulawesi Selatan.

Sebelumnya, DPP melaksanakan pendalaman kualitatif atas hasil Survei Pemberdayaan Ekonomi ABI Tahun 2025, sementara peluncuran aplikasi ini menjadi wujud nyata bagaimana hasil-hasil kajian mulai diterjemahkan ke dalam program yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh jamaah.

Ketua DPW ABI Sulawesi Selatan, Dr. Imran Latif, menjelaskan bahwa lahirnya platform digital tersebut berangkat dari kebutuhan mendesak untuk menghadirkan solusi pemberdayaan ekonomi di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu. Menariknya, gagasan pengembangan aplikasi baru diputuskan hanya beberapa hari sebelumnya dalam rapat bulanan DPW ABI Sulsel.

Alih-alih menunggu seluruh kajian selesai dilakukan, DPW memilih menggunakan pendekatan try and error, yakni membangun, menguji, mengevaluasi, lalu menyempurnakan aplikasi secara bertahap berdasarkan pengalaman penggunaan di lapangan.

“Sering kali kita terlalu lama berhenti pada tahap perencanaan. Padahal kondisi ekonomi masyarakat hari ini menuntut langkah yang cepat. Jika ada kekurangan, kita evaluasi sambil berjalan. Yang terpenting adalah memulai dan terus menyempurnakan,” ujar Dr. Imran.

Menurutnya, selama ini paradigma bisnis lebih banyak berorientasi pada demand side, yakni menghitung daya beli, kecenderungan pasar, serta permintaan konsumen. Padahal, aspek produksi justru menjadi fondasi penting dalam membangun kemandirian ekonomi.

WhatsApp Image 2026 07 12 at 12.38.48

“Selama ini paradigma bisnis kita cenderung melihat persoalan dari sisi demand side; menghitung daya beli, kecenderungan pasar, dan permintaan konsumen. Padahal kita juga harus mulai memperkuat sisi produksi, bagaimana rantai pasok dibangun, biaya produksi dibuat efisien, dan bagaimana komunitas mampu menciptakan pasarnya sendiri,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa konsep pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas menjadi sangat relevan bagi jamaah Ahlulbait karena tidak hanya mempertemukan penjual dan pembeli, tetapi juga membangun sebuah ekosistem ekonomi yang saling menopang.

“Kalau komunitas kita mampu saling menjadi produsen sekaligus konsumen, maka akan terbentuk ekosistem ekonomi yang saling menguatkan. Inilah semangat pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas yang ingin kita bangun,” ujarnya.

Gagasan tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Departemen Pemberdayaan Ekonomi DPP ABI, Ali Reza Baraqbah atau yang akrab disapa Sayyid Ali Reza.

Menurutnya, model yang dikembangkan DPW ABI Sulsel menawarkan pendekatan yang lebih sederhana, efisien, dan mudah direplikasi dibandingkan pengembangan platform serupa yang selama ini dirancang di tingkat pusat.

Ia mengungkapkan bahwa DPP ABI sebenarnya telah mengembangkan program dengan tujuan yang sama. Namun dalam prosesnya, pengembangannya membutuhkan biaya yang relatif besar.

Sebaliknya, model berbasis web yang dikembangkan DPW ABI Sulsel dinilai lebih ringan dari sisi investasi, tetapi tetap mampu menjawab kebutuhan organisasi di daerah.

“Model ini sangat menarik karena biaya pengembangannya jauh lebih ringan, tetapi tetap fungsional. Saya melihat ini berpotensi menjadi prototipe yang dapat kita tawarkan kepada seluruh DPW dan DPD ABI di Indonesia, khususnya bagi daerah yang jumlah penggunanya masih di bawah seribu akun,” ungkapnya.

Sementara itu, pengembang aplikasi, Syamsu Alam, yang juga merupakan Ketua Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Makassar, menjelaskan bahwa aplikasi tersebut masih berada dalam tahap pengembangan dan akan terus disempurnakan.

Salah satu fitur yang tengah dipersiapkan adalah layanan kurir berbasis komunitas. Fitur ini diharapkan dapat memberdayakan jamaah yang memiliki waktu luang untuk memperoleh tambahan pendapatan melalui layanan pengantaran ketika terdapat pesanan yang masuk melalui aplikasi.

“Aplikasi ini memang masih dalam tahap pengembangan. Masih banyak fitur yang akan terus kami sempurnakan. Dalam waktu dekat kami menargetkan hadirnya fitur kurir berbasis komunitas, sehingga jamaah yang memiliki waktu luang juga dapat memperoleh tambahan pendapatan dari layanan pengantaran,” jelas Syamsu Alam.

Sebagai penutup kegiatan, panitia melakukan simulasi penggunaan aplikasi mulai dari proses pencarian produk UMKM, pemesanan, hingga pembayaran (payment). Simulasi berlangsung lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang hadir.

Salah seorang pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan tersebut menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran platform digital ini. Menurutnya, aplikasi tersebut berpotensi membuka pasar baru bagi produk-produk jamaah sekaligus memperkuat transaksi ekonomi di lingkungan komunitas.

“Kami berharap aplikasi ini segera berjalan optimal. Nantinya kami juga akan menyesuaikan harga produk dengan skema biaya layanan (fee) yang disepakati bersama pengelola, sehingga sistemnya tetap sehat bagi pelaku usaha maupun pengelola aplikasi,” ujarnya.

Peluncuran aplikasi e-commerce ini menjadi langkah awal DPW ABI Sulawesi Selatan dalam membangun ekosistem ekonomi berbasis komunitas yang tidak hanya berorientasi pada transaksi, tetapi juga pada penguatan jejaring usaha, pemberdayaan sumber daya manusia, serta penciptaan pasar internal yang berkelanjutan.

Ke depan, platform ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku UMKM, konsumen, hingga mitra distribusi dalam mewujudkan kemandirian ekonomi jamaah Ahlulbait.

Masyarakat, khususnya pelaku usaha dan jamaah Ahlulbait, kini dapat mulai mengakses platform tersebut melalui gaddekita.com. Sebagai aplikasi e-commerce berbasis web, GaddeKita dirancang agar mudah diakses tanpa perlu mengunduh aplikasi, sehingga dapat digunakan melalui berbagai perangkat untuk mempromosikan produk, memperluas jejaring pemasaran, serta memperkuat transaksi ekonomi di lingkungan komunitas.

Kontributor: Irfanesa 

Continue Reading

Trending