News
Kelaparan Massal di Gaza Semakin Parah Akibat Ulah Blokade Israel
ABI Sulsel— Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza semakin memburuk. Dalam 24 jam terakhir, sembilan warga dilaporkan meninggal akibat kelaparan dan kekurangan gizi, menurut data terbaru Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikutip dari Aljazeera.com.
Dengan penambahan ini, total korban jiwa akibat kelaparan sejak dimulainya serangan Israel telah mencapai 122 orang. Kondisi anak-anak menjadi perhatian paling mendesak.
Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) memperingatkan bahwa Gaza akan kehabisan makanan terapeutik khusus pada pertengahan Agustus. Padahal, ini satu-satunya asupan yang dapat menyelamatkan nyawa anak-anak yang menderita gizi buruk parah.
Situasi ini memperkuat kekhawatiran komunitas internasional bahwa bencana kelaparan besar-besaran tengah berlangsung di hadapan dunia.
Komisaris Jenderal UNRWA, Philippe Lazzarini, merasa prihatin atas sistem distribusi bantuan yang disebutnya cacat secara struktural dan memang tak dirancang untuk menangani krisis kemanusiaan.
“Sistem distribusi bantuan (GHF) yang ada cacat dan memang tidak dirancang untuk menangani krisis kemanusiaan. Sistem ini justru melayani tujuan militer dan politik. Ini kejam. Karena lebih banyak menyebabkan kematian daripada menyelamatkan nyawa,” ujar Lazzarini dalam cuitannya di X.
Ia juga menegaskan bahwa Israel mengendalikan seluruh aspek akses kemanusiaan, baik dari luar maupun dari dalam Gaza. Bahwa metode pengiriman bantuan melalui udara hanyalah pengalih isu, bukan solusi nyata.
Lazzarini menambahkan, ketika hambatan birokratis dan politis dicabut, komunitas kemanusiaan terbukti mampu menyalurkan bantuan dalam skala besar, secara bermartabat, dan tanpa penyimpangan. Selama gencatan senjata awal tahun ini, pihaknya berhasil membalikkan kelaparan yang kian dalam.
Namun hingga saat ini, lebih dari 6.000 truk berisi makanan dan obat-obatan dari UNRWA masih tertahan di Mesir dan Yordania, akibat blokade dan kontrol ketat Israel. Ia pun menyerukan pentingnya kehendak politik global untuk menghentikan bencana ini.
“Kelaparan yang terus berkembang ini hanya bisa dihentikan oleh kehendak politik. Jadikan slogan ‘tidak akan terjadi lagi’ sebagai kenyataan. Jika kita gagal menyelamatkan warga Palestina di Gaza, maka yang lain pun mungkin akan gagal diselamatkan di masa depan,” tegasnya.
KEGIATAN ABI
Penekanan dalam Pelatihan Jurnalistik ABI Sulsel: AI untuk Membantu Manusia, Bukan Menggantikan Peran Manusia
ABI Sulsel— ABI SulselABI Sulsel menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik dengan dihadiri oleh 11 orang peserta pada hari Jum’at, 1 Mei 2026, di Sekretariat LDSI Almuntazhar, jl Batua raya 5 Lr 4.
Kegiatan ini berlangsung dengan tema “Penulisan Berita, Konten Medsos, dan Integrasi AI” yang mengarah pada penggunaan Ai sebagai alat jurnalistik, alih alih menggantikan peran jurnalis. Hal ini ditegaskan oleh narasumber pertama yang menjadi pemateri Penulisan Berita.
“AI itu adalah alat untuk membantu manusia, bukan untuk menggantikan peran manusia”, kata narasumber pertama, Muhajir.
Saat ini AI memang seakan akan telah mengambil peran manusia dari beberapa aspek dan ABI Sulsel justru menjawab tantangan itu dengan mengikuti perkembangan teknologi dan merelevansinya dengan pelatihan jurnalistik.
Tujuannya untuk menyampaikan berita berita yang berpihak pada kebenaran. Namun ironisnya media tidak akan bisa netral, setiap media mempunyai keberpihakan. “Media itu tidak netral, tidak ada yang netral, yang ada independesi” kata Muhajir.
Dengan terlaksananya kegiatan ini peserta diharapkan mampu menjadi jurnalis yang independen dan senantiasa berpihak pada kebenaran.
Kontributor: Asroy Adam
News
Pelatihan Jurnalistik ABI Sulsel Tekankan Peran Berita dalam Membentuk Opini Publik
ABI Sulsel— DPW Ahlulbait (ABI) Sulawesi Selatan (Sulsel) menyelenggarakan Pelatihan Dasar Jurnalistik di sekretaritariat LDSI Al-Muntazhar, Jumat (1/5/2026).
Kegiatan ini menyoroti pentingnya penulisan berita yang akurat dan bertanggung jawab dalam membentuk opini publik. Hal ini ditegaskan oleh ketua ABI Sulsel, Dr. Imran Latief, M.Hum.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa berita tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki kekuatan besar dalam mempengaruhi cara pandang dan ideologi masyarakat terhadap suatu isu.
Imran berharap pelatihan ini mampu melahirkan penulis yang kritis dan profesional, sehingga dapat berkontribusi dalam menciptakan informasi yang sehat dan membangun opini publik yang lebih bijak di ruang digital.
“Minimal, para peserta dapat memberikan dampak nyata di lingkungan sekitarnya dan bisa mengedukasi komunitasnya tentang pentingnya menyaring dan menyampaikan informasi secara bijak,” ujarnya.
Kontributor: Wa Indri Fitwi Rasim
News
Menyambut Tantangan Era Digital, ABI Sulsel Gelar Pelatihan Jurnalistik
ABI Sulsel— Menyambut tantangan era digital, ABI Sulsel mengadakan Pelatihan Jurnalistik bertajuk “Penulisan Berita, Konten Medsos, dan Integrasi AI”. Bertempat di Jl. Batua Raya 5 lorong 4 Kota Makassar pada Jumat 1 Mei 2026.
Kegiatan diikuti oleh 15 peserta yang diutus oleh yayasan atau komunitas belajar di sekitaran Kota Makassar. Pelatihan terdiri dari tiga sesi dan akan berlangsung selama tiga hari (1-3 Mei 2026). Masing-masing diisi oleh Muhajir (Jurnalis), Nursanti Octaviana (Konten Kreator), dan Syamsu Alam (Kaprodi Bisnis Digital UNM).
“ini adalah upaya komunitas kita, orang-orang syiah yang seringkali di framing sesat dalam masyarakat. Agar kita juga punya kemampuan untuk menarasikan diri kita secara benar,” kata Imran Latif selaku Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Ahlulbait Indonesia Provinsi Sulawesi dalam sambutannya.
Kegiatan ini berfokus pada praktik bukan teoritis belaka. Dimulai praktik kepenulisan dan produksi konten media hingga bagaimana keduanya diintegrasikan melalui penggunaan AI.
“Jadi di kegiatan ini, kita tidak lagi bahas-bahas konsep-konsep abstrak nah! Saya mau kita fokus pada praktik langsung,” tegas Muhajir sebagai Ketua Departemen Media dan Publikasi DPW ABI Provinsi Sulawesi Selatan.
ABI Sulsel adalah organisasi masyarakat yang terdiri dari orang-orang bermazhab syiah.Sehingga membangun narasi Syiah di tengah publik yang masih sensitif terhadap perbedaan adalah tantangan tersendiri bagi ABI Sulsel.
Kontributor: Irfanesa
-
KEGIATAN ABI1 tahun ago
DOA & AKSI SUNYI INDONESIA MENYALA UNTUK PALESTINA 🇮🇩🇵🇸
-
News10 bulan ago
Difasilitasi Kemenag Bone, Belasan Ormas Islam Bangun Komitmen Moderasi Beragama
-
KEGIATAN ABI10 bulan ago
Fungsionaris ABI Sulsel Ngopi Santai, Bahas Agenda dan Program Pasca PTD
-
SIARAN PERS1 tahun ago
Silaturahmi yang Menyulut Nurani: GUSDURian Makassar dan Ikhtiar Menjaga Demokrasi
-
PERSPEKTIF ABI1 tahun ago
Imam Khomeini: Hari Quds, Hari Perlawanan terhadap Arogansi Dunia
-
DOA-DOA1 tahun ago
Doa dan Tata Cara Shalat Wahsyah
-
News10 bulan ago
Indonesia Desak Dunia Bertindak Hentikan Agresi Israel dan Buka Akses Bantuan ke Gaza
-
KAJIAN ISLAMI11 bulan ago
Khutbah Jumat Perdana Rasulullah di Madinah
