News
Ayatullah Khamenei: Gerakan Militer dan Ilmiah Iran Akan Semakin Kuat dan Melesat
ABI Sulsel— Pada Kamis dan Jumat, bertepatan dengan hari ke-40 gugurnya sejumlah komandan militer dan ilmuwan Iran akibat serangan Israel pada 13 Juni lalu, berbagai upacara penghormatan digelar di seluruh Iran untuk mengenang pengorbanan mereka.
Dalam pesannya yang menandai peringatan 40 hari tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Seyyed Ali Khamenei menyampaikan pesan-pesan revolusioner yang menegaskan keteguhan dan arah masa depan Republik Islam Iran.
Salah satu poin penting yang ditekankan beliau adalah bahwa di masa depan akan terbukti bahwa kemajuan militer dan ilmiah Iran akan semakin melesat. Beliau menyampaikan bahwa hari ke-40 gugurnya para komandan militer dan ilmuwan terkemuka Iran merupakan momen duka besar bagi bangsa, akibat serangan keji rezim Zionis.
Ia menyebut nama-nama penting seperti Syahid Bagheri, Salami, Rashid, Hajizadeh, Shadmani, serta ilmuwan Tehranchi dan Abbasi sebagai sosok yang kehilangannya merupakan duka yang berat.
Meski begitu, Khamenei menegaskan bahwa musuh gagal mencapai tujuannya, dan justru kemajuan militer dan ilmiah Iran akan semakin pesat di masa depan menuju cita-cita luhur.
“Namun, musuh yang bodoh dan berpandangan sempit tidak mencapai tujuannya. Masa depan akan membuktikan bahwa gerakan militer dan ilmiah, insya Allah, akan terus melaju lebih cepat dari sebelumnya menuju cita-cita luhur,” tegasnya.
Dalam pesan tersebut, Ayatollah Khamenei juga menyinggung soal keteguhan para syuhada yang dengan sadar memilih jalan jihad dan pengorbanan. Hal tersebut menunjukkan bahwa kehilangan ini, meski menyakitkan, memancarkan titik-titik cahaya harapan.
Ia menggarisbawahi bahwa tragedi tersebut justru memperlihatkan kekuatan batin dan ketahanan bangsa Iran dalam menghadapi ujian berat. Pertama, terlihat dari ketabahan, kesabaran, dan semangat kuat para penyintas.
Kedua, dari keteguhan dan stabilitas institusi-institusi yang pernah dipimpin oleh para syuhada, yang tetap melanjutkan perjuangan tanpa membiarkan pukulan ini menghambat laju kemajuan mereka.
Ketiga, dari ketangguhan luar biasa yang ditunjukkan oleh bangsa Iran secara keseluruhan, yang tercermin dalam persatuan nasional, kekuatan spiritual, serta tekad yang kokoh untuk terus berdiri teguh di garis depan perjuangan.
“Hal penting yang perlu diingat adalah bahwa kita tidak boleh melalaikan kebenaran ini ataupun kewajiban yang ia bebankan kepada kita. Menjaga persatuan nasional adalah tanggung jawab setiap dari kita. Percepatan yang diperlukan dalam kemajuan ilmiah dan teknologi di segala bidang adalah tanggung jawab para ilmuwan dan kaum cendekia,” ujarnya.
KEGIATAN ABI
Penekanan dalam Pelatihan Jurnalistik ABI Sulsel: AI untuk Membantu Manusia, Bukan Menggantikan Peran Manusia
ABI Sulsel— ABI SulselABI Sulsel menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik dengan dihadiri oleh 11 orang peserta pada hari Jum’at, 1 Mei 2026, di Sekretariat LDSI Almuntazhar, jl Batua raya 5 Lr 4.
Kegiatan ini berlangsung dengan tema “Penulisan Berita, Konten Medsos, dan Integrasi AI” yang mengarah pada penggunaan Ai sebagai alat jurnalistik, alih alih menggantikan peran jurnalis. Hal ini ditegaskan oleh narasumber pertama yang menjadi pemateri Penulisan Berita.
“AI itu adalah alat untuk membantu manusia, bukan untuk menggantikan peran manusia”, kata narasumber pertama, Muhajir.
Saat ini AI memang seakan akan telah mengambil peran manusia dari beberapa aspek dan ABI Sulsel justru menjawab tantangan itu dengan mengikuti perkembangan teknologi dan merelevansinya dengan pelatihan jurnalistik.
Tujuannya untuk menyampaikan berita berita yang berpihak pada kebenaran. Namun ironisnya media tidak akan bisa netral, setiap media mempunyai keberpihakan. “Media itu tidak netral, tidak ada yang netral, yang ada independesi” kata Muhajir.
Dengan terlaksananya kegiatan ini peserta diharapkan mampu menjadi jurnalis yang independen dan senantiasa berpihak pada kebenaran.
Kontributor: Asroy Adam
News
Pelatihan Jurnalistik ABI Sulsel Tekankan Peran Berita dalam Membentuk Opini Publik
ABI Sulsel— DPW Ahlulbait (ABI) Sulawesi Selatan (Sulsel) menyelenggarakan Pelatihan Dasar Jurnalistik di sekretaritariat LDSI Al-Muntazhar, Jumat (1/5/2026).
Kegiatan ini menyoroti pentingnya penulisan berita yang akurat dan bertanggung jawab dalam membentuk opini publik. Hal ini ditegaskan oleh ketua ABI Sulsel, Dr. Imran Latief, M.Hum.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa berita tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki kekuatan besar dalam mempengaruhi cara pandang dan ideologi masyarakat terhadap suatu isu.
Imran berharap pelatihan ini mampu melahirkan penulis yang kritis dan profesional, sehingga dapat berkontribusi dalam menciptakan informasi yang sehat dan membangun opini publik yang lebih bijak di ruang digital.
“Minimal, para peserta dapat memberikan dampak nyata di lingkungan sekitarnya dan bisa mengedukasi komunitasnya tentang pentingnya menyaring dan menyampaikan informasi secara bijak,” ujarnya.
Kontributor: Wa Indri Fitwi Rasim
News
Menyambut Tantangan Era Digital, ABI Sulsel Gelar Pelatihan Jurnalistik
ABI Sulsel— Menyambut tantangan era digital, ABI Sulsel mengadakan Pelatihan Jurnalistik bertajuk “Penulisan Berita, Konten Medsos, dan Integrasi AI”. Bertempat di Jl. Batua Raya 5 lorong 4 Kota Makassar pada Jumat 1 Mei 2026.
Kegiatan diikuti oleh 15 peserta yang diutus oleh yayasan atau komunitas belajar di sekitaran Kota Makassar. Pelatihan terdiri dari tiga sesi dan akan berlangsung selama tiga hari (1-3 Mei 2026). Masing-masing diisi oleh Muhajir (Jurnalis), Nursanti Octaviana (Konten Kreator), dan Syamsu Alam (Kaprodi Bisnis Digital UNM).
“ini adalah upaya komunitas kita, orang-orang syiah yang seringkali di framing sesat dalam masyarakat. Agar kita juga punya kemampuan untuk menarasikan diri kita secara benar,” kata Imran Latif selaku Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Ahlulbait Indonesia Provinsi Sulawesi dalam sambutannya.
Kegiatan ini berfokus pada praktik bukan teoritis belaka. Dimulai praktik kepenulisan dan produksi konten media hingga bagaimana keduanya diintegrasikan melalui penggunaan AI.
“Jadi di kegiatan ini, kita tidak lagi bahas-bahas konsep-konsep abstrak nah! Saya mau kita fokus pada praktik langsung,” tegas Muhajir sebagai Ketua Departemen Media dan Publikasi DPW ABI Provinsi Sulawesi Selatan.
ABI Sulsel adalah organisasi masyarakat yang terdiri dari orang-orang bermazhab syiah.Sehingga membangun narasi Syiah di tengah publik yang masih sensitif terhadap perbedaan adalah tantangan tersendiri bagi ABI Sulsel.
Kontributor: Irfanesa
-
KEGIATAN ABI1 tahun ago
DOA & AKSI SUNYI INDONESIA MENYALA UNTUK PALESTINA 🇮🇩🇵🇸
-
News10 bulan ago
Difasilitasi Kemenag Bone, Belasan Ormas Islam Bangun Komitmen Moderasi Beragama
-
KEGIATAN ABI10 bulan ago
Fungsionaris ABI Sulsel Ngopi Santai, Bahas Agenda dan Program Pasca PTD
-
SIARAN PERS1 tahun ago
Silaturahmi yang Menyulut Nurani: GUSDURian Makassar dan Ikhtiar Menjaga Demokrasi
-
PERSPEKTIF ABI1 tahun ago
Imam Khomeini: Hari Quds, Hari Perlawanan terhadap Arogansi Dunia
-
DOA-DOA1 tahun ago
Doa dan Tata Cara Shalat Wahsyah
-
News10 bulan ago
Indonesia Desak Dunia Bertindak Hentikan Agresi Israel dan Buka Akses Bantuan ke Gaza
-
KAJIAN ISLAMI11 bulan ago
Khutbah Jumat Perdana Rasulullah di Madinah
