Connect with us

KEGIATAN ABI

DPD ABI Makassar Gelar Musda, Sulfahmi Terpilih Jadi Ketua

Published

on

IMG 20250809 WA0025 scaled

ABI Sulsel— Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ahlulbait Indonesia (ABI) Kota Makassar resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) pada Sabtu malam (9/8/2025). Forum tersebut menetapkan Sulfahmi sebagai Ketua DPD ABI Kota Makassar untuk periode mendatang.

Kegiatan ini mengusung tema sentral “Meneguhkan Komitmen Khidmat. Turut dihadiri Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) ABI Sulawesi Selatan (Sulsel), Imran Latif, dan sejumlah anggota ABI Sulsel.

Pada kegiatan tersebut, Imran menegaskan pentingnya peran anggota sebagai mustabsir, yakni orang yang telah mendapat petunjuk dan siap memberikan pencerahan kepada masyarakat.

“Hal ini pada dasarnya berpijak pada nilai komitmen ideologis yang terpatri dalam komitmen organisasi,” ujarnya.

IMG 20250809 WA0021

Musda ini diharapkan mampu memperkuat soliditas dan dedikasi para pengurus. Imran optimistis Sulfahmi akan membawa DPD ABI Makassar menjadi organisasi yang lebih efektif dan efisien dalam menjalankan program-programnya.

“Kami berharap Ketua terpilih menguatkan komitmen keorganisasian dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

“Kami percaya bahwa dengan komitmen khidmat, DPD ABI Makassar dapat menjadi organisasi yang lebih efektif dan efisien dalam menjalankan program-programnya dan meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat Ahlulbait dalam kegiatan sosial kemasyarakatan,” tutupnya.

KEGIATAN ABI

DPW ABI Sulsel Siapkan Pelatihan Jurnalistik, Media Sosial, dan AI

Published

on

By

WhatsApp Image 2026 04 25 at 20.48.24

ABI Sulsel— Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ahlulbait Indonesia ( ABI) Sulawesi Selatan (Sulsel) akan menggelar Pelatihan Dasar Jurnalistik: Fondasi Penulisan Berita, Pembuatan Konten Media Sosial, dan Integrasi Kecerdasan Buatan (AI) pada 1 hingga 3 Mei 2026 mendatang.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, pukul 13.00 hingga 17.00 WITA, bertempat di Sekretariat LDSI Almuntazhar, Jalan Batua Raya 5 Lorong 4.

Pelatihan tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman yang lengkap dan luas kepada peserta terkait teknik penulisan berita yang baik dan benar.

Kegiatan ini sekaligus membekali keterampilan produksi konten media sosial serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam praktik jurnalistik pada peserta. Kegiatan ini terbuka untuk umum dengan prioritas peserta dari kalangan komunitas, yayasan, maupun organisasi.

Setiap lembaga diperkenankan mengirimkan 2 hingga 3 orang perwakilan. Kuota peserta sangat terbatas, maksimal hanya 20 orang. Bagi yang tertarik untuk mendaftar bisa klik di sini: formulir pendaftaran.

Adapun materi yang akan disajikan mencakup tiga bidang utama: penulisan berita, integrasi AI dalam jurnalistik, dan pembuatan konten media sosial.

Pada sesi penulisan berita, peserta akan diperkenalkan pada dasar-dasar jurnalisme, mulai dari pengertian, fungsi pers, hingga peran media dalam masyarakat. Selain itu, materi juga akan mengulas tentang opini publik dan bagaimana media berpengaruh dalam pembentukannya.

Peserta juga akan dibekali teknik penulisan berita, termasuk nilai berita (news values), struktur penulisan dengan pendekatan 5W+1H dan piramida terbalik, hingga penggunaan bahasa jurnalistik yang efektif. Sesi ini akan dilengkapi dengan praktik langsung melalui observasi sederhana, wawancara, penulisan berita, serta proses editing dan evaluasi.

Untuk materi integrasi AI, peserta akan mempelajari perkembangan teknologi kecerdasan buatan dalam dunia media, termasuk penggunaannya dalam riset, penyusunan draft, hingga proses penyuntingan berita.

Peserta akan dilatih menggunakan AI secara praktis, seperti menyusun prompt yang efektif, merangkum informasi, membuat kerangka berita, hingga melakukan verifikasi hasil AI secara manual untuk memastikan akurasi.

Pada sesi praktik, peserta akan melakukan simulasi pengolahan data mentah menjadi berita dengan bantuan AI, serta membandingkan hasil penulisan manual dengan hasil berbasis AI.

Selain itu, pelatihan ini juga menghadirkan materi pembuatan konten media sosial. Peserta akan dikenalkan pada karakteristik berbagai platform, perilaku audiens, serta strategi konten yang efektif.

Materi lanjutan mencakup perencanaan konten, teknik storytelling, penulisan naskah video, hingga copywriting untuk caption. Peserta juga akan mempelajari teknik produksi konten menggunakan ponsel, termasuk pengambilan gambar, pencahayaan, serta editing video pendek seperti Reels dan TikTok.

Pada tahap akhir, peserta akan dibekali strategi publikasi, optimasi konten, serta cara membaca data performa seperti reach, engagement, dan insight lainnya.

Continue Reading

KEGIATAN ABI

Di Bawah Cahaya Ramadan, ABI Sulsel Menyemai Kebahagiaan untuk Anak Yatim dan Dhuafa

Published

on

By

WhatsApp Image 2026 03 01 at 18.39.18

ABI Sulsel— Sore itu, suasana di Jalan Sungai Tangka No 37, Makassar, terasa berbeda. Anak-anak yatim duduk rapi, sebagian tersenyum malu, sebagian lain saling berbisik menanti waktu berbuka.

Di tempat itulah DPW Ahlulbait Indonesia (ABI) Sulawesi Selatan (Sulsel) yang didukung Dana Mustadhafin menggelar buka puasa bersama bertajuk “Seribu Berkah Ramadan Se Kota Makassar 1447 H”, Minggu (1/3/2026).

Kegiatan itu bukan sekadar agenda seremonial Ramadan. ABI Sulsel menjadikannya sebagai ruang berbagi dengan anak yatim dan dhuafa, sekaligus momentum memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Acara diawali dengan lantunan shalawat yang mengalun khidmat, dilanjutkan tausiyah Ramadan oleh Ustadz Dr. H. Andi Erwin Baharuddin, Lc., M.A. Usai tausiyah, anak-anak disuguhkan penampilan seni berupa narasi kisah sahabat Nabi.

WhatsApp Image 2026 03 01 at 18.39.20

Momentum tersebut menghadirkan suasana religius yang hangat namun tetap membumi. Agar kebersamaan tak terasa kaku, panitia menghadirkan sesi kuis dan ice breaking yang membuat anak-anak tampak lebih cair.

Tawa mereka pecah sesekali, mencairkan suasana jelang azan Magrib. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pemberian bingkisan dan santunan kepada anak-anak panti asuhan.

Ketua DPW ABI Sulsel, Imran Latief, menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memanfaatkan Ramadan untuk menghadirkan kemaslahatan nyata.

“Jadi ini kan kegiatan berbagi bersama memanfaatkan momentum Ramadan yang dilaksanakan oleh ABI, salah satu ormas Islam yang agak minoritas ya karena secara mazhab dia berorientasi pada mazhab Ahlulbait atau mazhab Syiah,” ujarnya.

WhatsApp Image 2026 03 01 at 18.39.19

Sebagai organisasi yang berada pada posisi minoritas, ia mengakui ABI kerap dipersepsikan melalui stigma yang berkembang di tengah masyarakat. Menurutnya, kelompok minoritas di Indonesia sering kali dipandang melalui narasi yang tidak utuh dan dibangun dari sudut pandang pihak luar, sehingga memunculkan kesalahpahaman.

Karena itu, ia menilai pendekatan terbaik bukanlah perdebatan panjang, melainkan aksi sosial yang langsung dirasakan manfaatnya.

“Jadi bukan melalui konsep-konsep apologetik atau debat argumentatif yang bisa saja memperkeruh suasana, tetapi kita mau kalau kata Nabi khairukum anfa’ukum linnas, sebaik-baik kita yang memberi manfaat,” jelas Imran.

Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut mengandung berbagai nilai amal.

“Selain ini kan ada dengan acara ini kan sebenarnya ada banyak amal di sini. Yang pertama menyantuni anak yatim, memberi makan orang berpuasa, dan yang di atas itu semua idkhalus surur, apa namanya memasukkan kebahagiaan,” tuturnya.

WhatsApp Image 2026 03 01 at 18.39.20 1

Imran menggambarkan, bantuan materi yang diberikan mungkin terlihat kecil secara nominal, seperti Rp20.000 atau Rp50.000. Bagi sebagian orang, angka itu mungkin biasa saja.

Namun bagi anak-anak yatim yang menerima, bantuan tersebut menghadirkan kebahagiaan besar di tengah keterbatasan yang mereka alami. Senyum yang merekah dari wajah mereka, menurutnya, menjadi nilai yang tak terukur.

Sekitar 400 hingga 500 anak yatim dari berbagai panti asuhan di Makassar hadir dalam kegiatan itu, di luar para pengurus. ABI Sulsel memfokuskan penerima santunan pada anak-anak usia 6 hingga 13 tahun, yakni mereka yang masih berada di bangku sekolah, maksimal setingkat kelas 2 SMP atau kelas 8.

Di penghujung acara, bukan hanya paket bingkisan yang terbagi, tetapi juga rasa kebersamaan yang mengendap pelan di ruang sederhana itu. Sebuah upaya kecil menghadirkan kebahagiaan di bulan yang diyakini penuh berkah.

Continue Reading

KEGIATAN ABI

Sambut Ramadan, Muslimah ABI Gowa-MISS Gelar Ramadhan Smart Character

Published

on

By

WhatsApp Image 2026 02 22 at 11.21.03

ABI Sulsel—  Dalam rangka menyambut dan meraih keberkahan bulan suci Ramadan, Pimpinan Cabang Muslimah ABI Gowa bekerja sama dengan Makassar Islamic Sunday School (MISS) menggelar kegiatan bertajuk Ramadhan Smart Character.

Kegiatan ini dikemas dalam bentuk Pesantren Ramadan yang berlangsung selama dua hari. Acara tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 21 Februari 2026 hingga Minggu, 22 Februari 2026, bertempat di Jolin Hotel, Jalan Pengayoman No. 7, Makassar.

Sebanyak 49 anak tercatat sebagai peserta dalam kegiatan yang berfokus pada penguatan karakter dan pemahaman keislaman tersebut. Beragam materi disiapkan untuk membekali peserta dengan wawasan keagamaan dan keterampilan penunjang lainnya.

Pada sesi Aqidah yang mencakup pembahasan Tauhid, Nubuwwah, dan Imamah, materi disampaikan oleh Ustaz Sultan Nur. Ustaz Ismail dg Naba membawakan materi Logika for Teens, sementara Ustaz Syahrir mengangkat tema Building Courage and Self Identity in Today’s Youth.

Materi Fiqih disampaikan oleh Ustaz Sunaryati. Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan literasi melalui sesi Smart Reading for Smart Generation dengan tema “Indahnya Membaca, Amazingnya Menulis” yang dibawakan oleh Muhajir.

WhatsApp Image 2026 02 22 at 11.17.29

Ketua Pimpinan Wilayah Muslimah Ahlulbait Indonesia (ABI) Sulawesi Selatan, Inna Amalia, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari program Pesantren Ramadhan yang dikemas dalam konsep Ramadhan Smart Character.

“Tujuannya untuk memberikan pemahaman keagamaan dan ilmu lainnya yang bermanfaat bagi anak-anak, seperti logika, literasi dan self confident atau pendidikan karakter termasuk literasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi bekal penting bagi para peserta dalam menyongsong masa depan. Output yang ingin diraih, kata dia, adalah agar anak-anak dapat memperkuat ilmu keagamaan sekaligus menguasai ilmu-ilmu pendukung lainnya.

“Anak-anak diharapkan dapat tumbuh sebagai generasi Muhammadi yang berilmu, beriman dan berakhlak,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending