Connect with us

KEGIATAN ABI

ABI Sulsel Petakan 5 Sektor Unggulan, Siap Bangun Ekonomi Berbasis Komunitas

Published

on

WhatsApp Image 2026 02 14 at 13.33.56

ABI Sulsel— Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ahlulbait Indonesia (ABI) Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Pemetaan Potensi Ekonomi ABI Sulsel” di Sekretariat LDSI Al Muntazar, Makassar, Sabtu (14/2/2026).

Kegiatan ini dihadiri sejumlah pengurus dan pelaku usaha jamaah secara luring, serta sekitar 20 peserta lainnya secara daring. Ketua DPW ABI Sulsel, Imran Latief, membuka acara dengan menekankan pentingnya menindaklanjuti hasil survei ekonomi yang telah dilakukan sebelumnya.

Ia menegaskan bahwa pengembangan ekonomi jemaah harus disesuaikan dengan nuansa, karakteristik, serta kondisi iklim dan sosial ekonomi di Sulsel agar strategi yang dirumuskan kontekstual dan aplikatif.

FGD dipandu oleh Syamsu Alam selaku fasilitator. Dalam pengantarnya, ia menekankan pentingnya pemetaan potensi ekonomi berbasis komunitas (jemaah) sebagai fondasi pengembangan ekosistem usaha yang berkelanjutan dan berorientasi sosial.  ABI, kata dia, sedang memulai langkah strategis untuk mengembangkan komunitas secara lebih saintifik dan terukur.

Untuk menguatkan semangat perubahan, fasilitator mengutip pernyataan Mahatma Gandhi tentang dinamika gagasan baru: “First they ignore you, then they laugh at you, then they fight you, then you win.” Kutipan tersebut menggambarkan bahwa setiap inisiatif baru kerap melalui fase diragukan hingga akhirnya diterima.

WhatsApp Image 2026 02 14 at 10.21.32

Lima sektor potensial

Berdasarkan hasil survei pemetaan ekonomi yang sebelumnya dipaparkan secara virtual oleh perwakilan DPP ABI, teridentifikasi lima sektor potensial di Sulsel. Pertama, sektor pendidikan. Bidang ini muncul paling konsisten dengan jumlah profesional terbesar dan skor potensi tinggi di berbagai kabupaten/kota seperti Makassar, Gowa, Wajo, Parepare, Bone, dan Pinrang.

Pendidikan dinilai bukan sekadar sektor pendukung. Ia juga adalah tulang punggung pembangunan modal manusia daerah. Olehnya itu, pengembangan ekonomi berbasis pendidikan seperti kursus vokasi dan pelatihan UMKM, dipandang perlu untuk mendorong peningkatan sektor lain.

Kedua, sektor pertanian dan perkebunan terintegrasi. Di tengah dominasi sektor jasa secara nasional, pertanian di Sulsel tetap relevan dengan basis pelaku usaha yang kuat, khususnya di Pinrang, Soppeng, Bone, Luwu Utara, dan Takalar.

Meski skor potensinya tidak selalu tertinggi, daya sebar wilayah dan kesinambungan ekonomi lokal menjadi kekuatan utama. Peningkatan rantai nilai melalui pengolahan pascapanen, penguatan branding, dan distribusi menjadi prioritas pengembangan.

Ketiga, sektor perikanan dan kelautan. Sektor ini menjadi pembeda struktural Sulsel dibanding rata-rata nasional. Wilayah pesisir seperti Bone, Maros, dan Pangkep menunjukkan potensi besar dengan kombinasi sumber daya alam dan peluang pasar eksternal. Industrialisasi ringan, seperti penyediaan cold storage, pengolahan hasil laut, dan penguatan koperasi nelayan modern, diusulkan sebagai arah kebijakan.

Keempat, sektor kesehatan dan layanan sosial. Sektor ini memiliki skor potensi tinggi pada kelompok profesional, bahkan melampaui rata-rata nasional di beberapa daerah seperti Gowa, Bone, dan Barru. Penyebaran layanan kesehatan yang tidak lagi terpusat di kota besar membuka peluang pengembangan klinik komunitas berbasis kewirausahaan sosial.

Kelima, sektor jasa profesional strategis, meliputi keuangan, akuntansi, hukum, dan teknologi informasi. Meski jumlah pelaku belum sebesar rata-rata nasional, skor potensinya cukup tinggi di Makassar, Parepare, dan Maros. Sulsel dinilai berpeluang menjadi hub jasa profesional di kawasan Indonesia Timur melalui inkubasi profesional dan penguatan layanan digital.

Berbagi pengalaman dan catatan kritis

Dalam sesi diskusi, sejumlah peserta membagikan pandangan dan pengalaman usaha. Santi menekankan konsep “The Power of Kepepet” sebagai dorongan untuk berinovasi di tengah tekanan.

Ia menilai modal integritas, kejujuran, dan daya tahan lebih utama dibandingkan modal finansial semata. Ia juga mendorong model afiliasi komunitas untuk memperkuat jaringan usaha, dengan tahapan eksekusi, belajar, dan peningkatan kapasitas (upgrade).

Baihaqi membagikan pengalaman kegagalannya dalam berusaha sejak 2013 akibat tidak mampu membaca data supply–demand secara tepat. Dari pengalaman tersebut, ia merekomendasikan pembangunan rantai nilai berbasis komunitas serta penggunaan hasil survei awal sebagai baseline untuk pemetaan ekonomi yang lebih detail.

Akbar berpandangan bahwa aktivitas bisnis harus menjadi bagian dari gerakan ideologis komunitas. Ia menyoroti pentingnya integritas, komitmen, kemauan, dan modal ekonomi dalam membangun usaha berbasis jamaah.

Sementara itu, Fahmi selaku pelaku ekspor kopi sejak 2008, menekankan pentingnya kualitas produk, standardisasi pertanian, serta kepercayaan dalam bisnis ekspor. Ia juga mendorong integrasi hulu-hilir melalui pengembangan coffee shop produksi sendiri.

DPW ABI melalui salah satu pengurusnya mendorong agenda sharing session rutin antar pelaku usaha jamaah, termasuk berbagi kisah sukses dan kegagalan. Di sisi lain, Makmur mengingatkan pentingnya menciptakan suasana diskusi yang santai dan terbuka agar proses pemetaan berjalan efektif.

Roadmap dan komitmen lanjutan

Ketua DPW ABI Sulsel bersama Ketua Departemen Ekonomi menegaskan bahwa kegiatan ini bukan agenda sekali jalan, melainkan berpotensi berlanjut lintas periode kepengurusan.

Sebagai tindak lanjut, forum merumuskan sejumlah rencana, antara lain penyusunan roadmap dan peta data jamaah yang lebih detail, pemetaan unit usaha berbasis komunitas, perancangan integrasi rantai pasok (supply chain), serta program pendampingan dan pelatihan untuk pengembangan digital talent dan penguatan manajemen usaha komunitas.

FGD ditutup dengan komitmen bersama untuk melanjutkan pemetaan potensi ekonomi jamaah secara lebih sistematis dan membangun kolaborasi lintas komunitas guna mewujudkan kemandirian ekonomi berbasis nilai dan solidaritas.

KEGIATAN ABI

Majelis Pengajian Mutiara Resmi Dimulai, Hadirkan Ruang Belajar Al-Qur’an dan Penguatan Keagamaan bagi Masyarakat

Published

on

By

WhatsApp Image 2026 06 22 at 17.37.55

ABI Sulsel— Dewan Pengurus Wilayah Ahlulbait Indonesia (DPW ABI) Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Yayasan Simpul Panrita Dua Belas menggelar pertemuan perdana Majelis Pengajian Mutiara (Majelis Untuk Tahsin, Iqra, dan Ragam Agama) pada Senin (22/6/2026) di Sekretariat DPW ABI Sulawesi Selatan, Jalan Batua Raya 5 Lorong 4, Makassar.

Kegiatan yang berlangsung pukul 16.00 hingga 17.30 WITA tersebut diikuti oleh ibu-ibu yang berdomisili di sekitar area sekretariat sebagai bagian dari upaya memperluas akses pembelajaran Al-Qur’an dan penguatan pemahaman keagamaan di lingkungan masyarakat.

Pelaksanaan Majelis Pengajian Mutiara merupakan salah satu bentuk kontribusi sosial-keagamaan yang bertujuan menyediakan ruang belajar yang terbuka, ramah, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Melalui program ini, peserta diberikan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, memperbaiki bacaan melalui pembelajaran tahsin, serta memperkaya wawasan keagamaan melalui berbagai materi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Pertemuan perdana diawali dengan pembukaan dan perkenalan program kepada peserta. Selanjutnya, kegiatan difokuskan pada pembelajaran dasar membaca Al-Qur’an dan tahsin yang disampaikan secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing peserta. Pendekatan yang digunakan menekankan suasana belajar yang nyaman dan tidak menghakimi sehingga setiap peserta dapat mengikuti proses pembelajaran dengan percaya diri.

Pengajar Majelis Pengajian Mutiara, Hj. Asnimihram, menyampaikan bahwa keberadaan majelis ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi masyarakat, khususnya kaum ibu, untuk terus meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an sekaligus memperkuat fondasi keagamaan dalam keluarga.

“Belajar Al-Qur’an adalah proses yang tidak mengenal usia. Melalui Majelis Pengajian Mutiara, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang hangat dan terbuka, tempat setiap orang dapat memperbaiki bacaannya, menambah pengetahuan agama, serta saling menguatkan dalam kebaikan. Kami berharap majelis ini menjadi langkah kecil yang membawa manfaat besar bagi diri, keluarga, dan lingkungan sekitar,” ujar Hj. Asnimihram.

Sementara itu, salah seorang peserta, Hj. Andi Norma, mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran majelis pengajian di lingkungan tempat tinggal memberikan kesempatan yang sangat berharga untuk terus belajar dan memperdalam pemahaman agama.

“Kami merasa senang karena ada wadah belajar seperti ini di sekitar lingkungan kami. Banyak di antara kami yang masih ingin memperbaiki bacaan Al-Qur’an tetapi sering merasa tidak memiliki kesempatan atau tempat yang tepat. Di sini suasananya sangat nyaman dan membuat kami lebih bersemangat untuk belajar bersama,” tuturnya.

Sepanjang kegiatan berlangsung, antusiasme peserta terlihat jelas. Para peserta mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian, mencatat materi yang disampaikan, serta aktif berinteraksi dengan pengajar. Beberapa peserta juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan bacaan Al-Qur’an dan praktik ibadah sehari-hari.

Suasana majelis berlangsung khidmat namun tetap hangat dan komunikatif. Semangat kebersamaan tampak dalam interaksi antar peserta yang saling mendukung dan menyemangati satu sama lain. Tidak sedikit peserta yang mengungkapkan harapan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin sehingga proses belajar dapat berlangsung secara berkesinambungan.

Selain menjadi sarana pembelajaran, kegiatan ini juga memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat. Kehadiran ibu-ibu dari lingkungan sekitar sekretariat menciptakan ruang silaturahmi yang positif, sekaligus memperkuat budaya belajar dan saling berbagi pengetahuan keagamaan dalam suasana yang penuh kekeluargaan.

Bagi DPW ABI Sulawesi Selatan, pelaksanaan pertemuan perdana Majelis Pengajian Mutiara yang bertepatan dengan hari keenam bulan Muharram 1448 Hijriah memiliki makna tersendiri. Bulan Muharram dipandang sebagai momentum untuk memperkuat refleksi spiritual, memperbarui komitmen terhadap nilai-nilai keagamaan, serta menumbuhkan semangat menuntut ilmu dan memperbaiki diri.

Dalam pandangan DPW ABI Sulawesi Selatan, salah satu pelajaran penting yang dapat dipetik dari bulan Muharram adalah pentingnya menjaga integritas, kejujuran, keberanian dalam mempertahankan kebenaran, serta kepedulian terhadap sesama.

Nilai-nilai tersebut tercermin dalam keteladanan Imam Husain as yang hingga kini dikenang sebagai figur yang teguh memegang prinsip-prinsip kemanusiaan dan keadilan. Nilai-nilai universal tersebut dinilai tetap relevan dalam kehidupan masyarakat modern, terutama dalam membangun keluarga, lingkungan sosial, dan generasi yang berakhlak mulia.

Meski demikian, penyelenggaraan Majelis Pengajian Mutiara tetap difokuskan pada tujuan utamanya, yakni menghadirkan ruang pembelajaran Al-Qur’an dan penguatan pemahaman keagamaan yang dapat diakses oleh masyarakat secara luas. Dengan pendekatan yang inklusif dan berbasis kebutuhan masyarakat, program ini diharapkan mampu menjadi sarana pemberdayaan umat melalui pendidikan dan pembinaan spiritual yang berkelanjutan.

Pertemuan perdana ini menjadi langkah awal dari rangkaian kegiatan yang direncanakan berlangsung secara rutin. DPW ABI Sulawesi Selatan bersama Yayasan Simpul Panrita Dua Belas berharap Majelis Pengajian Mutiara dapat berkembang menjadi pusat pembelajaran yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar serta mendorong lahirnya lingkungan yang lebih religius, harmonis, dan berkeadaban.

Pada akhirnya, semangat Muharram yang sarat dengan pelajaran tentang keteguhan moral, pengorbanan, dan komitmen terhadap nilai-nilai kebaikan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh peserta untuk terus menumbuhkan budaya belajar, memperkuat akhlak, serta berkontribusi dalam membangun masyarakat yang adil, beradab, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Continue Reading

News

Ambulans Jenazah ABI DPW Sulsel Selesaikan Pengantaran Perdana, Layani Keluarga Duka dari RS Hingga Liang Lahat

Published

on

By

WhatsApp Image 2026 06 22 at 17.36.40

ABI Sulsel— Misi kemanusiaan perdana resmi dijalankan Layanan Ambulans Jenazah ABI DPW Sulawesi Selatan. Hari ini, Senin (22/6/2026), unit ambulans bernomor lambung putih-hijau itu terlihat melesat menyusuri jalanan Makassar, menjalankan tugas sakral mengantar seorang almarhum ke peristirahatan terakhir.

Pantauan media di lokasi, prosesi pengantaran dimulai kemarin sejak siang hari ketika tim ABI tiba di salah satu rumah sakit rujukan di kawasan Jalan A.P. Pettarani Makassar.

Dengan prosedur yang humanis dan penuh penghormatan, tim medis dan relawan ABI mengevakuasi jenazah menggunakan tandu khusus menuju ambulans. Setelah dikondisikan, kendaraan segera meluncur menuju rumah duka di kawasan Gunung Sari untuk dilakukan prosesi penghormatan terakhir oleh keluarga dan kerabat.

Rangkaian tugas tidak berhenti di situ. Keesokan harinya, TIM dan ambulans kembali bergerak mengantarkan almarhum dari rumah duka menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Jl. Palantikang, Katangka Kab. Gowa.

Cuaca terik tidak menyurutkan semangat tim untuk mendampingi keluarga hingga prosesi pemakaman selesai, menandai pengantaran perdana yang berjalan lancar dan khidmat. Koordinator Layanan Ambulans ABI DPW Sulsel, Irfan, mengungkapkan haru dan bangganya atas kelancaran operasi hari ini.

“Ini adalah ujian pertama bagi kami. Alhamdulillah, seluruh rangkaian dari jemput RS, antar ke rumah duka, hingga pemakaman berjalan tanpa kendala. Kami tidak sekadar mengantar jenazah, tetapi hadir mendampingi kesedihan keluarga dengan sigap dan empati,” ujarnya kepada wartawan di sela-sela tugas.

WhatsApp Image 2026 06 22 at 17.37.15

Menariknya, layanan yang baru diresmikan beberapa hari lalu ini mengusung konsep pelayanan sosial yang meringankan beban warga. Keluarga almarhum yang ditemui di TPU mengaku sangat terbantu.

“Kami tidak menyangka prosesnya secepat dan semudah ini. Timnya sangat profesional dan sabar mendampingi kami dari rumah sakit sampai akhir,” ucap salah satu kerabat dengan mata berkaca-kaca.

Dengan suksesnya pengantaran perdana ini, ABI DPW Sulsel menegaskan komitmennya untuk siaga 24 jam penuh bagi masyarakat Makassar dan sekitarnya yang membutuhkan jasa antar jenazah, baik dari rumah sakit ke rumah duka, maupun langsung ke pemakaman.

Bagi warga yang tengah berduka dan memerlukan layanan cepat, tanggap, dan berintegritas, jangan ragu untuk segera menghubungi posko darurat ABI DPW Sulsel di nomor 0811-4700-1214. Satu panggilan, tim siap bergerak membantu perjalanan akhir saudara kita dengan penuh kemuliaan.

Kontributor: Erwin

Continue Reading

KEGIATAN ABI

Perkuat Layanan Sosial, ABI Sulsel Terima Hibah Ambulans dari Dana Mustadhafin

Published

on

By

IMG 20260615 WA0007

ABI Sulsel— DPW Ahlulbait Indonesia (ABI) Sulawesi Selatan menerima hibah satu unit mobil ambulans dari Yayasan Dana Mustadhafin. Serah terima bantuan tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara yang berlangsung di Sekretariat LDSI Al Muntazhar, Minggu (14/6/2026).

Penyerahan ambulans dilakukan langsung oleh General Manager Yayasan Dana Mustadhafin, Ahmad Hidayat, dan diterima Ketua ABI Sulawesi Selatan, Imran Latief. Acara tersebut turut disaksikan pengurus ABI Sulsel serta puluhan warga sekitar yang diharapkan menjadi penerima manfaat dari layanan ambulans tersebut.

Kegiatan serah terima juga dirangkaikan dengan acara syukuran sebagai bentuk rasa syukur atas bantuan yang diberikan untuk mendukung pelayanan sosial kepada masyarakat.

Ketua ABI Sulsel, Imran Latief, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Yayasan Dana Mustadhafin. Menurutnya, ambulans tersebut akan dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan kemanusiaan secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.

IMG 20260615 WA0010

“Kami ABI Sulsel menerima berkat berupa sumbangan armada ambulans yang insyaallah digunakan memberikan manfaat sebesar-besarnya, dipakai melayani secara gratis. Nanti ibu-ibu atau ada keluarga yang membutuhkan layanan ambulans segera diinformasikan kepada kami,” ujar Imran.

Ia menambahkan, kehadiran armada ambulans baru tersebut akan semakin memperkuat peran ABI Sulsel dalam memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat.

“Dengan adanya armada ini kami mampu memberi pelayanan lebih baik lagi. Kehadiran kami bisa lebih terasa lagi melalui bantuan-bantuan ambulans,” katanya.

Sementara itu, General Manager Yayasan Dana Mustadhafin, Ahmad Hidayat, berharap ambulans yang diserahkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warga sekitar dan dikelola secara bersama-sama.

“Ambulans yang kami kirimkan untuk bapak dan ibu-ibu tetangga di sini bisa dimanfaatkan dengan baik. Dan insyaallah inilah tugas kita sesama mukmin dan sesama muslim untuk saling tolong-menolong,” ujarnya.

Ahmad juga mengajak masyarakat untuk mendukung pengelolaan ambulans tersebut agar keberadaannya dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga.

“Dan berharap bapak ibu tetangga di sini bisa bekerja sama dengan Ahlulbait Indonesia Sulawesi Selatan. Ambulans ini diparkir di sekretariat ini. Jadi ini adalah milik bersama, dimanfaatkan bersama dan dijaga bersama untuk kepentingan bersama,” tuturnya.

Continue Reading

Trending